19 Desember

Untuk kisah yang dimulai dengan keraguan

Ntah kemana tujuan seakan ingin terus berharap

Kukira tak pantas untuk mencapainya

Tapi terlalu banyak yang berharap

Inilah aku yang selalu baik-baik saja

Dinding kamar seakan saksi bisu

Tiap tahun bukan, tiap enam bulan tidak,

Tiap bulan bukan, tiap minggu tidak pula,

Bahkan tiap hari kecemasan seakan akrab

Genggaman lembar permohonan mu

Itupun seakan ikut menambahkan

Saat itu lembar permohonan ada digenggaman

Bukan bahagia tapi rasa tidak menambahkan

Perlahan secercah sinar nan malaikat pun hadir

Itulah mengapa kecemasan seakan terasa akrab

Terlalu banyak kisah yang ingin diutarakan

Bukankan hidup punya porsinya masing-masing

Ini bukanlah tentang kesedihan saja 

Ada banyak warna, tawa, semangat baru, 

bahkan mencintai takdir.

Siapa sangka berada pada titik ini

Malam yang gelisah terasa segera berakhir

Disambut pagi itu terasa bersahabat 

Walau hati bergejolak

Kucoba melakukan yang terbaik

Tapi keadaan seakan sedikit kecewa, rapuh,

Kala itu kabut seakan menutupi

Siapa sangka rasa bahagia kala itu tertutupi

Kabut air yang mengalir tercurah semua

Ternyata ini bukanlah akhir bahagia.

Perlahan mencoba memahami lagi dan lagi

Sinar dan Malaikat pun hadir mencoba meyakinkan

Diri pun mulai percaya akan diri.

Porsi pada detik itupun tiba perlahan

Senyuman itu hadir kembali tak bisa diungkapkan

Bahagia walau air itu menetes ditemani rasa haru

Aku selalu mecintai lalu membenci diriku

Aku juga selalu melindungi diriku lalu mengabaikan diri ku 

Maaf untuk terlalu memaksakan

Terhitung hari ini yang aku yakini Haruskah kamu tau

Perjuangan meraih mimpi bukanlah sibuk meratap diri

Tak perlu menunggu akhir yang bahagia

Hanya melangkahlah menemukan porsi bahagia itu

Terimakasih untuk diri kamu luar biasa.


JAP

Komentar