Sesuap Nasi Sejuta Mimpi

Senyuman fajar menyapa 

Seakan petanda kau harus pergi 

Ntah apapun nan  terjadi 

Bagai terlintas tak terkatakan 

Kembali kau lawan itu semua 

Pakaian yang terlihat rapi 

Kini basah oleh keringat 

Senyuman tulus seakan petanda 

Semua akan baik-baik saja 

Mengiringi kepergian mu  

Sengatan matahari membakar tubuh gagah itu 

Rinai hujan telah membasahi tubuhmu

Ayah …...

Masihkah kau bisa tersenyum 

Terbuat dari apakah hatimu 

Secercah rupiah kau peroleh 

Demi sesuap nasi dan sejuta mimpi 

Telah kau wujudkan

Ayah......

Mengapa tak pernah bercerita 

Tentang betapa mengerikannya dunia ini

Banyak kisah pembelajaran yang telah dilalui

Jujur kadang diri terlalu rindu

Menjadi anak kecilmu 

Yang hanya menangis terlalu manja

Ayah.....

Kini kumengerti menjadi dewasa 

Tidaklah semudah yang dibayangkan

Terlalu sulit ini terlalu sulit 

Tak jarang rindu ini melanda 

Maaf jika berbohong demi kebaikan dijadikan alasan

Terimakasih untuk waktu singkat mengajarkan 

Untuk sealu dekat pada Tuhan Sang Pencipta 

Hingga tiba saatnya 

Ayah tinggalkan kini kusadar

Hanya Tuhanlah Bapa ku yang kekal.


JAP

Komentar