Jeritan Kemiskinan

Hidup adalah pilihan 
Persepsi yang menghadirkan sejuta spekulasi
Kenyataannya pilihan untuk hidup 
Alasan yang tepat untuk menjerit 
Menikmati kehangatan dalam kesederhanaan 
Tak semua dapat memilikinnya 
Kadang persoalan hanya tentang materi 
Tuntutan hidup,antara keinginan dan kebutuhan 
Bukan tak ingin ini
Bukan tak ingin itu
Namun tak mampu ini ataupun itu
Bahkan untuk bermimpi pun cukup sadar diri
yang sedang diatas seakan selalu menindas
Alih-alih tak ingin dirugikan
Kemanusiawinnya pun hambar
Pernakah mereka menakutkan 
Apapun yang belum terjadi 
Melihat tawamu setelah hujan dimalam itu
Masih terngiang jelas seakan 
Tak ada rasa dalam nurani 
Serendah itukah......
Selucu itukah....
Hanya karena yang kamu miliki 
Tak mampu kami miliki
Bukan karena tak berjuang
Namun kadang kala terhambat
Oleh kejamnya kenyataan 
Menerobos masuk dengan setumpuk materi
Tanpa menimbang  hasil kerja keras
Bahkan kadang dipatahkan sebelum berjuang
Jeritan kemiskinan menjeritlah 
Kalau memang tak terdiamkan 
Menangislah kalau ingin diutarakan
Namun setelah itu berjuang lagi
Dijalan mu ingat kamu masih 
Memiliki kehangatan dalam kesederhanaan
Apa yang kamu miliki pun 
Tak akan pernah bisa dimilikinya 

JAP 

Komentar